Senin, 05 Desember 2011

CLOUD COMPUTING

           Cloud Computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya.Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service),sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."
           Cloud Computing adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini adalah iCloud. Komputasi awan alias cloud computing kerap disebut sebagai solusi yang mampu menjawab tantangan dalam dunia IT di masa depan. Namun sebelum memutuskan untuk langsung mengadopsi teknologi ini, pengguna diharapkan mengerti mengenai kebutuhannya agar tidak salah menerapkan jenis komputasi awan mana yang akan dipilih.
         Bila pengguna mengkonsumsi infrastruktur dan software dalam jumlah yang besar dan memiliki kebutuhan akan kontrol dan kustomisasi dalam level yang tinggi, maka yang disarankan adalah awan pribadi atau private cloud. Sementara itu, bila penggunaan infrastruktur dan platform services bersifat fluktuatif, maka awan dengan platform global dan lokal lebih cocok untuk digunakan karena sifatnya lebih fleksibel. Bagi pengguna yang kebutuhan akan kekuatan komputasinya bersifat fluktuatif dan menggunakan software dan platform service yang lebih bersifat umum, pilihan awan publik cocok untuk dipilih. "Secara garis besar, public cloud bersifat lebih umum dan elastis dibandingkan private dan local/global cloud. Sedangkan private cloud lebih fleksibel dalam hal kustomisasi dibanding yang lainnya."
KESIMPULAN
          Cloud Computing adalah teknologi terbaru yang memanfaatkan gabungan dari teknologi komputer dengan pengembangan berbasis internet. Cloud computing juga memiliki beberapa macam jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan para konsumen. Pada tulisan di atas sudah dijelaskan dasar-dasar tentang Cloud Computing, apa itu cloud computing sampai jenis-jenisnya yang disesuaikan dengan kebutuhan. Apabila kita tertarik dengan teknologi tersbut, hendaknya kita mencari informasi yang lebih banyak, agar kitalebih mengerti dan memahami apa itu cloud computing dan kita harus menyesuaikan kebutuhan kita dengan jenis cloud computing yang tepat.
REFERENSI 

Rabu, 12 Oktober 2011

INTERNET BAGI DUNIA PENDIDIKAN


 Internet berawal dari institusi pendidikan dan penelitian di Amerika Serikat. Penggunaan Internet untuk kepentingan bisnis baru dilakukan semenjak tahun 1995, belum genap enam tahun yang lalu. Di luar negeri, Internet ini sering diasosiasikan dengan perguruan tinggi, sementara di Indonesia, Internet lebih diasosiasikan dengan bisnis (ISP, e-commerce) dan entertainment.

Manfaat Internet Bagi Pendidikan

  • Akses ke sumber informasi
Sebelum adanya Internet, masalah utama yang dihadapi oleh pendidikan (di seluruh dunia) adalah akses kepada sumber informasi. Perpustakaan yang konvensional merupakan sumber informasi yang sayangnya tidak murah. Buku-buku dan journal harus dibeli dengan harga mahal. Pengelolaan yang baik juga tidak mudah. Sehingga akibatnya banyak tempat di berbagai lokasi di dunia (termasuk di dunia Barat) yang tidak memiliki perpustakaan yang lengkap. Adanya Internet memungkinkan mengakses kepada sumber informasi yang mulai tersedia banyak. Dengan kata lain, masalah akses semestinya bukan menjadi masalah lagi.
Internet dapat dianggap sebagai sumber informasi yang sangat besar. Bidang apa pun yang anda minati, pasti ada informasi di Internet. Contoh-contoh sumber informasi yang tersedia secara online antara lain:
·         Library
·         Online Journal
·         Online courses. MIT mulai membuka semua materi kuliahnya di Internet.
Di Indonesia, masalah kelangkaan sumber informasi konvensional (perpustakaan) lebih berat dibanding dengan tempat lain. Adanya Internet merupakan salah satu solusi pamungkas untuk mengatasi masalah ini.
  • Akses ke pakar
Internet menghilangkan batas ruang dan waktu sehingga memungkinan seorang siswa berkomunikasi dengan pakar di tempat lain. Seorang siswa di Makassar dapat berkonsultasi dengan dosen di Bandung atau bahkan di Palo Alto, Amerika Serikat.
  • Media kerjasama
Kolaborasi atau kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan dapat terjadi dengan lebih mudah, efisien, dan lebih murah.

Permasalahan Internet Untuk Pendidikan


Penjabaran di atas tentunya membawa kita pada pertanyaan mengapa kita belum banyak menggunakan Internet untuk keperluan pendidikan di Indonesia. Ada beberapa alasan, dimana sebagian akan diungkapkan pada bagian-bagian di bawah ini.
  • Kurangnya penguasaan bahasa Inggris
Suka atau tidak suka, sebagian besar informasi di Internet tersedia dalam bahasa Inggris. Penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu keunggulan (advantage).
  • Kurangnya sumber informasi dalam bahasa Indonesia
Kita sadari bahwa tidak semua orang Indonesia akan belajar bahasa Inggris. Untuk itu sumber informasi dalam bahasa Indonesia harus tersedia. Saat ini belum banyak sumber informasi pendidikan yang tersedia dalam bahasa Indonesia. Konsep berbagi (sharring), misalnya dengan membuat materi-materi pendidikan di Internet, belum merasuk. Inisiatif langka seperti ini sudah ada namun masih kurang banyak.
  • Akses Internet masih mahal
Meskipun sudah tersedia, akses ke Internet masih mahal. Namun hal ini diharapkan akan menjadi lebih murah di masa yang akan datang. Diharapkan akselerasi penurunan harga menjadi fokus utama dari Pemerintah. Mekanisme lain adalah adanya subsidi dari pemerintah untuk institusi pendidikan.
  • Akses Internet masih susah diperoleh
Beberapa daerah di Indonesia masih belum memiliki jalur telepon yang dapat digunakan untuk mengakses Internet.
  • Guru belum siap
Guru di Indonesia masih belum siap untuk menggunakan Internet sebagai bagian dari pengajarannya. Padahal guru merupakan salah satu pengguna yang dapat memanfaatkan Internet sebaik-baiknya. Salah satu contohnya adalah mencari soal-soal latihan untuk kelasnya. Jika setiap guru di Indonesia membuat dua (2) soal dan menyimpannya di Internet, maka akan ada ribuan bahkan bisa jutaan soal yang dapat digunakan untuk latihan di kelas.
Kesimpulan : Indonesia masih belum sepenuhnya siap untuk menggunakan internet dalam dunia pendidika, karena alasan-alasan seperti penjabaran di atas. Sebenarnya internet itu sangat membantu dalam dunia pendidikan, bila kita membutuhkan informasi, kita hanya tinggal searching saja, tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk membeli buku. Dan semestinya kesempatan itu kita manfaatkan baik-baik. Terima kasih.

Rabu, 20 April 2011

KEBUDAYAAN INDIVIDU KELUARGA DAN BERMASYARAKAT

KATA PENGANTAR

               Puji syukur saya panjatkan ke hadirat ALLAH SWT, atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan tulisan ini. dalam tulisan ini, saya membahas tentang kebudayaan individu keluarga dan bermasyarakat, yang bagaimana tertulis dalam tulisan ini bahwa kiat sebagai makhluk sosial memiliki kebudayaannya masing-masing.
         Demikian tulisan ini telah selesai saya buat, apabila ada kesalahan dalam penulisan ini, saya mohon maaf karena saya hanya makhluk allah yang tidal luput dari kesalahan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi Anda para pembaca sekalian. Terima Kasih.
BEKASI, 20 April 2011

Penulis
Widya Chairunissa Taufik
i

 
DAFTAR ISI

Kata pengantar.................................................................................i
Daftar isi...........................................................................................ii
Bab I.................................................................................................iii
        A. Latar Belakang......................................................................
        B. Tujuan....................................................................................
        C. Sasaran penulisan.................................................................
Bab II.................................................................................................1
        Definisi Individu, Keluarga, dan Masyarakat......................1
        Pengertian Kebudayaan.........................................................2
        Peran Kebudayaan..................................................................3
       
Bab III...............................................................................................4
        A. Kesimpulan...........................................................................
        B. Saran......................................................................................
Referensi...........................................................................................5

ii



BAB I

A. Latar Belakang 
       
         Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

B. Tujuan 

         Pembuatan penulisan ini bertujuan agar masyarakat mengetahui bagaimana definisi kebudayaan terhadap individu, keluarga, dan masyarakat. Di sini juga akan membahas tentang hubungan kebudayaan terhadap sekeliling lingkungan yang berhubungan dengan individu, keluarga, dan masyarakat.

C. Sasaran Penulisan 
          Sasaran dalam pembuatan tulisan ini adalah terhadap masyarakat yang masih belum mengerti arti tentang kebudayaan, bagaimana cara menghargai kebudayaan di sekitar kita. Dan juga menganalisa lebih dalam lagi tentang arti kebudayaan dalam bermasyarakat dan berkeluarga.

 iii 


BAB II 

INDIVIDU

          Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap individu, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya.
          Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya, kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga memengaruhi masyarakat (Hartomo, 2004: 64).
 
KELUARGA

          Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga adalah :
1. Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi
2. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain
3. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing mempunyai peran sosial : suami, istri, anak, kakak dan adik
4. Mempunyai tujuan : menciptakan dan mempertahankan budaya, meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.

MASYARAKAT
          Manusia merupakan makhluk yang memiliki keinginan untuk menyatu dengan sesamanya serta alam lingkungan di sekitarnya. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dsb manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan yang berkesinambungan dalam suatu masyarakat.

A. Arti Definisi / Pengertian Masyarakat
Berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia:
1. Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
4. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.


1

 
PENGERTIAN KEBUDAYAAN 

          Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
 
          Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

          Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

          Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

          Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.


2
 

PERAN KEBUDAYAAN TERHADAP INDIVIDU
          Dalam diri ini, pasti kita memiliki kebudayaan yang sebenarnya ada dalam diri kita sejak lama, tetapi belum kita sadari. Bahasa yang kita miliki saat ini merupakan contoh dari kebudayaan terhadap individu, karena dengan bahasa kita akan bersosialisasi kepada individu-individu yang lainnya. Bahas yang kita miliki juga  pasti berdasarkan dengan dimana tempat kita dilahirkan, atau kita hidup sejak kecil, jadi kita berbicara dengan bahasa sesuai dengan daerah kita masing-masing.

PERAN KEBUDAYAAN TERHADAP KELUARGA
          Dalam berkeluarga pun kita akan menemukan kebudayaan, seperti adat istiadat dalam keluarga akan diturunkan secara turun temurun dalam silsilah keluarga kita. Karena itu, dalam berkeluarga pasti akan memiliki ciri khas yang menonjolkan dari keluarga tersebut, sehingga akan menunjukan bahwa keluarga yang kita miliki memiliki kebudayaan yang mencirikan seperti rumah adat dari keluarga kita yang berdasarkan daerah dari keturunan yang kita miliki. Dan kebudayaan tersebut akan melekat di dalam diri kita karena kita adalah anggota dari keluarga tersebut.

PERAN KEBUDAYAAN TERHADAP MASYARAKAT
         
          Budaya daerah yang beraneka ragam di Indonesia sebagai kekayaan terbesar yang tak ternilai harganya, harus disyukuri dan dilestarikan keberlangsungannya. Lalu faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi ketahanan budaya bangsa, berikut perinciannya:

Kekuatan (Strength)
 
a. Keanekaragaman budaya daerah yang ada di Indonesia
Budaya daerah yang beraneka ragam jenis dan macamnya di indonesia menjadi kekuatan tersendiri, tiap suku memiliki budaya masing – masing mulai dari adat istiadat, tarian, bahasa, alat musik dsb.
b. Kekhasan budaya Indonesia
Budaya di Indonesia terlihat sangat berbeda dengan negara – negara lain, memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki negara lain, sehingga hal ini menjadi kekuatan untuk masuknya wisatawan asing ke indonesia.
c. Kebudayaan daerah menjadi sumber ketahanan budaya bangsa
Budaya bangsa Indonesia ditopang oleh tumbuh suburnya budaya di daerah – daerah yang tetap melestarikan budaya masing – masing daerah/ suku
d. Keberagaman budaya menjadi sumber Devisa.
Banyaknya budaya di Indonesia merupakan aset tak ternilai harganya, bertambahnya wisatawan asing yang masuk ke Indonesia tentunya akan menambah devisa negara dan masyarakat pun akan merasakan manfaatnya.

Kelemahan(Weakness)
a. Kurangnya kesadaran masyarakat
Sebagian masyarakat belum memahami sepenuhnya arti pentingnya  melestarikan budaya yang kita miliki, sehingga masyarakat tersebut perlu segera diberikan penyuluhan.
b. Minimnya komunikasi budaya
Perbedaan bahasa yang digunakan kadang menjadi kendala alam berkomunikasi, maka perlu belajar bahasa internasional yang bisa dipahami bangsa asing untuk mempromosikan kebudayaan kita yang belum tergali.
c. Kurangnya pembelajaran budaya
Pembelajatran budaya daerah sering kali diabaikan oleh masyarakat, sehingga lambat laun budaya tersebut akan terkikis karena tidak adanya generasi penerus yang mempelajarinya.
Peluang(Opportunity)
a. Indonesia dipandang dunia Internasional karena kekuatan budayanya
Indonesia di mata dunia luar terkenal dengan keberagaman budaya di setiap daerah. Keberagaman ini dipengaruhi oleh kondisi alam yang terdiri atas pulau – pulau, iklim yang berbeda beda dan sejarah terbentuknya daerah tersebut juga berbeda sehingga tercipta keanekaragaman.
b. Kuatnya budaya bangsa, memperkokoh rasa persatuan
Rasa persatuan dan solidaritas yang tinggi disebabkan adanya kekuatan budaya, masyarakat yang memiliki kesamaan budaya akan terjalin hubungan yang erat seperti saudaranya sendiri, sehingga mereka bersatu untuk mencapai tujuan bersama.
c. Kemajuan pariwisata
Periwisata di Indonesia yang cukup maju akan menjadi peluang berkembangnya budaya yang kita miliki. Dengan pesatnya pariwisata kita maka kita tergerak untuk melestarikan, dan mengembangkan budaya kita.
d. Multikuturalisme
Perbedaan kepercayaan dan keyakinan yang dianut masyarakat, perbedaan cara mereka beribadah sesuai agama dan kepaercayaan yang dianut, dan mereka hidup rukun berdampingan merupakan hal yang menarik dan menjadi nilai tambah tersendiri.
e. Adanya perkembangan seni dan sastra yang lebih maju.
Seni dan sastra yang kita miliki telah berkembang pesat mengikuti perkembangan zaman menjadi peluang bagi pandangan kekayaan budaya indonesia.
f. Pengetahuan tentang budaya asing,
Dengan datangnya para turis asing maka kita dapat mempelajari budaya asing, sehingga kita bisa mengkolaborasikan sesuai kreatifitas kita.

Tantangan (Threatment)
a. Perubahan lingkungan alam dan fisik
Lingkungan alam dan fisik terus berubah mengikuti perkembangan zaman, perubahan inilah yang menjadi tantangan tersendiri dalam upaya melestarikan dan melindungi budaya kita.
b. Kemajuan Teknologi
Teknologi yang berkembang kian pesat menyebabkan aktivitas, rutinitas, dan pekerjaan masyarakat tentu berubah, hal ini dapat mengikis kepedulian masyarakat terhadap upaya mempertahankan budayanya sendiri.
c. Masuknya Budaya Asing
Budaya asing inilah yang menjadi momok bagi keberlangsungan budaya daerah yang kita miliki. Generasi muda yang condong lebih suka mempelajari budaya barat serta malas untuk mempelajari budayanya sendiri dengan dalih zaman modern, maka lambat laun budaya kita yang luhur akan terkikis.
d. Peran dan wewenang pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam pengelolaan kekayaan budaya
Pemerintah sangat berperan dalam pelestarian budaya mengingat persaingan dengan budaya barat yang semakin gencar tanpa filter, jika tidak ditanggulangi dengan mengadakan festifal – festifal budaya atau lomba dan sejenisnya maka budaya kita terancam tergeser budaya asing.
e. Melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya lokal agar tetap eksis dan diakui oleh Negara lain.
Masyarakat sebagai pelaku / subyek yang berperan mempertahankan budaya yang dimiki bangsa harus pantang menyerah dan berjuang sekuat tenaga dalam pelestarian budaya kita.
f. Meningkatkan pengenalan kebudayaan lokal Indonesia
Tugas pemerintah melakukan sosialisasi keanekaragaman budaya – budaya daerah terutama yang belum terekspose sehingga hal yang belum tergali akan dikenal masyarakat luas.


3


BAB III

A. KESIMPULAN

          Dengan berbagai definisi tentang kebudayaan di atas, dapat disimpulkan bahwa kebudayaan memiliki peran penting pada kita secara individu, keluarga, maupun bermasyarakat. Dimanapun kita berada, kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya kebudayaan, seperti kebudayaan dalam berbahasa, adat istiadat, ras, maupun agama. Semua itu memiliki hubungan terhadap kebudayaan, sehingga kita harus menjaga kebudayaan yang kita miliki dengan baik. 

B. SARAN

          Sebaiknya kebudayaan yang kita punya harus kita lestarikan, dan jangan sampai kebudayaan itu hilang dengan berjalannya waktu. Karena kebudayaan itu sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari. Dan sudah sepatutnya kita sebagai warga negara yang baik, menjaga dan menghargai kebudayaan yang kita miliki.


4
 
 
REFERENSI


http://duniabaca.com/definisi-budaya-pengertian-kebudayaan.html
http://blog.ilmukeperawatan.com/konsep-keluarga.html
http://sauoni.wordpress.com/2010/11/09/individu-keluarga-dan-masyarakat/
http://sagimansmart.wordpress.com/2010/12/27/peranan-budaya-daerah-memperkokoh-ketahanan-nasional-2/ 


5